'
Seorang oppung boru berkaca mata tebal naik Bus ALS jurusan Medan-Jakarta. Tak lama datang Kernet menagih ongkos bus.
Kernet: “Mana ongkosmu pung !!?.”
Oppung: (Dengan gaya slow rock - pop dikit ngejazz trio).
Mambukka retsleting tasnya yang diletakkan di sebelahnya. Karena matanya yang sudah rabun si oppung boru belum menemukan uangnya.
'
Jd siOppng membilangkan lagi ke kernet: “tunggu sebentar ya ya pahompu belum ketemu nih puro-purokku.”
'
Kenek alias Kondektur: (Dengan sabar melanjutkan ke penumpang yang lain).
'
Tak lama kemudian si kenek balik lagi ke si Oppung boru.
“Sudah ketemu puro - puronya pung!?”
'
Si oppung yang pelupa dan rabun kembali mambukka retsleting dan men-cari2 lembaran uang nya.
'
“Bah.... Nga maup... maaf jo pahoppu belum ketemu, sabar dulu ya pahoppu pasti saya bayar koq.”.
'
Kejadian tersebut terulang beberapa kali selama perjalanan.
'
Akhirnya SIBALOHAP yang duduk persis di sebelah tas si Nenek berkata, “Maaf ya oppung saya bayarin aja ongkosnya..”.
'
Tanpa menunggu jawaban si opg, SIBALOHAP memberikan beberapa lembar uang ke si loppas kernet bus ALS. Si Loppas pun terharu dan bangga terhadap sikap BALOHAP.
'
KERNET: “Bah,,, memang salut nya aku sama kau kawan bah, mulia dan baik sekali hatimu bah, salut daku bah.”.
'
Demikian juga si oppung boru,
(Dengan haru dan suara bergetar Op Boru) “Amangoi amang bah, buka karena kau amang, baik sekali kau amang bah, semoga kau cepat dapat rejeki dan rokkap yg bai hati seperti sebaik kau ini ya, terima kasih ya pahoppu!”.
'
Balohap: “Gak papa pung, daripada gara-gara ongkos segitu retsleting celana saya bolak-balik dibuka-tutup dan di aduk2 serta dipulos2 mending saya bayarin aja bah.
Lama-lama geok juga bah.....”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar